Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Analisis Sistem Kebijakan Anggaran Fiskal Indonesia

Analisis Sistem Kebijakan Anggaran Fiskal Indonesia

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Mei 2013
  • visibility 460

Kita akan membicarakan kebijakan fiskal, analisis kebijakan fiskal indonesia, rancangan kebijakan fiskla indonesia, sejarah kebijakan fiskal indonesia.

ketika kita berbicara ekonomi makro terutama dalam instrument kebijakan fiskal. kita akan melihat kebijakan anggaran apa yang dipakai oleh pemerintah Indonesia. karena ini sangat penting managament pendapatan dan pengeluaran negara untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. dalam teori ada 4 sistem anggaran.

tetapi disini saya hanya menerangkan Sistem anggaran yang diterapkan oleh Indonesia. Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan.

Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastiananggaran serta meningkatkan disiplin. Pada zaman Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto, pemerintah menerapkan kebijakan “APBN Berimbang dan Dinamis” sebagai pengganti “Anggaran Moneter” yang diterapkan pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno (Orde Lama).

APBN berimbang dan dinamis dimaksudkan untuk menertibkan keuangan negara dan memupuk dana Negara secara sehat guna membiayai pembangunan.

masa Orde Baru (pertengahan tahun 1966), ekonomi Indonesia diganggu oleh hiper -inflasi hingga mencapai 650% sebagai akibat dari “defisit APBN yang sangat besar” yang dibiayai dengan pencetakan uang.

Bila defisit anggaran yang sangat besar tersebut tidak segera diatasi pemerintah, maka akan ada gangguan serius pada kondisi keuangan pemerintah, bahkan bukan tidak mungkin pemerintah Indonesia bisa mengalami gagal bayar (default) atas surat-surat utang yang diterbitkannya.

Baca: Aqiqah Jogja Terbaik

Pengalaman di banyak negara, untuk memulihkan ekonomi dari risiko default adalah menarik utang baru dengan konsekuensi nominal utang bertambah banyak, beban ABPN meningkat dan kelangsungan fiskal (fiskal sustainability) terganggu.

Argumen inilah yang antara lain mendorong pemerintah pada Orde Baru menempuh kebijakan “APBN Berimbang dan Dinamis”. Defisit anggaran dibolehkan akan tetapi tidak dibiayai dengan pencetakan uang, melainkan dengan pinjaman luar negeri, yang diberlakukan secara intra budgeter.[1]

Hal lain yang menyolok dalam APBN system berimbang adalah system ini telah dianut Indonesia sejak dulu dan factor peyeimbang dalam APBN itu adalah bantuan luar negri untuk progam dan proyek. Pinjaman luar negri itu biasanaya berwujud proyek-proyek yang study kelayakannya, investasinya, desain proyek dan konstruksinya, dilakukan oleh perusahaan asing. Dalam tender-tender internasional pada umumnya akan muncul pemenag yaitu perusahaan-perusahaan dari Negara pemberi pinjaman tersebut. Dalam hal hal ini perusahaan Indonesia tidak bisa belajar apa-apa, sebab, mulai dari perumusan proyek sampai penangannanya dilakukan oleh perusahaan asing. Hal ini telah menyebabkan disiplin fiscal Indonesia kurang memahami perubahan kualitatif dalam perekonomian. seharusnya disiplin itu makin mengetahui sifat proyek yang makin modern. [2]

Dalam sistem anggaran yang berimbang dan dinamis tersebut pinjaman luar negri dimasukan sebagai salah-satu sumber dari penerimaan Negara. Dikatakanya bahwa keunikan anggaran tersebut muncul dari maksud dan tujuan digunakan nya kebijakan tersebut. Kebijakan anggaran berimbang dan dinamis digunakan untuk menggantikan anggaran moneter. APBN disatukan dengan anggaran kredit dan anggaran devisa ( APBN Sosialisme ala Indonesia dari orde Demokrasi terpimpin ciptaan Presiden Soekarno) dan usaha menumpuk dana Negara secara sehat guna membiayai pembangunan.[3]

Kebijakan APBN Berimbang dan Dinamis mengatur disiplin anggaran sebagai berikut :[4]

1) Penerimaan dalam negeri digunakan untuk membiayai belanja rutin, sedangkan penerimaanluar negeri digunakan untuk membiayai belanja pembangunan, sehingga terjadi internal balance dalam APBN. Menurut Frans Seda, karena bersifat internal balance tersebut, maka APBN tidak boleh menjadi sumber inflasi.

2) Belanja rutin hanya disediakan sepanjang ada dana dari penerimaan dalam negeri, sedangkan belanja pembangunan dapat dilakukanapabila terdapat penerimaan dari bantuan/ pinjaman/utang luar negeri.

3) penerimaan pembangunan tidak boleh dipakai untuk belanja rutin, sehingga APBN Berimbang dan Dinamis akan memupuk internal saving dan menetralisir dampak inflasi dari masuknya utang luar negeri.

Dengan demikian, “disiplin anggaran” merupakan strategi untuk menjamin terwujudnya kelangsungan fiskal dalam jangka panjang. Bila disiplin anggaran ini diabaikan, maka kelangsungan fiskal pasti terganggu. APBN Berimbang dan Dinamis memiliki peranan penting dalam penyelesaian utang luar negeri Indonesia. Karena pada awal Orde Baru, Indonesia menghadapi tiga kesulitan, yaitu:[5]

1) Pemerintah tidak memiliki angka yang pasti mengenai berapa besar utang pemerintah

2) Bagaimana pemerintah harus menyelesaikan utang-utang tersebut

3) Bagaimana pemerintah dapat memperolehpinjaman baru untuk membiayai program- program pembangunan.

Tujuan dari anggaran berimbang adalah terjadinya kepastian anggaran dan kedisiplinan anggaran, sedangkan tujuan dari anggaran defisit adalah memberi stimulus pada perekonomian, dimana anggaran deficit umumnya dipraktekan pada kondisi ekonomi sedang krisis. Suatu anggaran bisa mengalami deficit karena pengeluaran (belanja barang dan saja + gaji pegawai + transfer payment/subsidi) lebih besar dari penerimaan pajak + pinjaman/ obligasi dalam negeri ). Selisih (defisit) tersebut umumnya ditutup dengan menarikpinjaman/utang luar negeri. Keputusan untuk memilih kebijakan anggaran yang paling tepat sangat tergantung pada mazhab ekonomi politik yang dianut pemerintah yang berkuasa.[6]

Pada dasarnya, peranan stabilisasi potensial kebijakan fiskal itu sangat sederhana, bila mana belanja konsumsi dan investasi swasta tidak memadai untuk produksi dan kesempatan kerja yang tinggi. Pemerintah dapat menarik dana yang bila tidak ditarik dengan cara ini akan dipergunakan dengan cara lain oleh masyarakat. Atau meskipun banyak ahli yang meragukan keberhasilan metode ini. Pemerintah dapat menaikan belanja total dengan cara menaikan belanja pemerintah yang dibiayai oleh pajak baru atas dana yang bila tidak dikenakan pajak itu akan tetap “beku”. Sebaliknya bilamana belanja total sector swasta terlalu besar , sehingga menyebabkan inflasi, pemerintah dapat menarik dana dari arus pendapatan dengan mengenakan pajak lebih besar dari pada belanja Negara.[7]

Kebijakan fiskal mempunyai konotasi sebagai tindakan untuk memanfaatkan pajak. Meminjam dari masyarakat (oleh Negara) dan belanja Negara. Tindakan-tindakan itu bertujuan agar perekonomian bisa stabil juga bisa membangun. Dilihat dari rentang waktu, pemanfaatan kebijakan fiskal untuk mendorong pembangunan ekonomi merupakan kebijakan yang relative sangat baru.[8]. Demikian artikel tentang kebijakan fiskal, analisis kebijakan fiskal indonesia, rancangan kebijakan fiskla indonesia, sejarah kebijakan fiskal indonesia

Footnote

[1] Majalah IRF ( Informasi Resiko Fiskal), Pusat Pengelolaan Resiko Fiskal, Badan Kebijakan Fiskal, Kementrian Keuangan. Edisi II September 2010
[2] Yanto Bashri, Mau Kemana Pembangunan Ekonomi Indonesia: Prisma Pemikiran Prof.Dr. Dorodjatun Kuntjoro- Jakti, Prenada Media, Bogor, 2003, hal.58
[3] Ani Sri Rahayu, Pengantar Kebijakan Fiskal, Bumi Aksara, Jakarta, 2010, hal. 180
[4] Majalah IRF ( Informasi Resiko Fiskal), Ibid.
[5] Ibid
[6] Ibid.
[7] Philip E.Taylor, The Economics of Public Finance, maccmillan Company, New York, 1953, hal.572-573
[8] Komarudin, Uang di Negara Sedang Berkembang, Bumi Aksara, Jakarta, 1991, hal.552

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • laju pertumbuhan ekonomi yogyakarta, data pertumbuhan ekonomi yogyakarta, pertumbuhan pertanian yogyakarta, panen raya pertanian yogyakarta, laju ekonomi kwartal pertama 2013

    Ekonomi Yogyakarta Terdorong Oleh Panen Pertanian Naik 2,93%

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2013
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sektor pertanian Yogyakarta memberikan kontribusi yang baik, panen raya pertanian 2013 mendorong laju pertumbuhan ekonomi mencapai 2,9%. Panen raya kali ini mampu meningkat hingga mencapai 58,39%. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan I/2013 dibandingkan dengan triwulan IV/ 2012 ( q-to-q) meningkat 2,93%. […]

  • kerajinan perak yogyakarta, hasil kerajinan perak yogyakarta, perak adalah hasil kerajinan, macam-macam produck kerajinan perak kotagede

    Perajin Perak Yogyakarta Tergerus, Faktor Utama Kebijakan PPN

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2013
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Kebijakan Pajak Pertumbuhan Nilai, kebijakan PPN ternyata membarikan dampak yang signifikan bagi perajin perak yogyakarta. Penurun jumlah perajin perak yang ada di Yogyakarta diperkirakan sekitar 50% dari jumlah sebelum 2008 atau mulainya krisis finansial global. Ketua Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta, Sutoyo membenarkan jumlah perajin perak terus menurun. Meski data pasti memang tidak ada, ia memperkirakan […]

  • beasiswa S2 luar negri, kerjasama indonesia dengan sudan, info beasiswa luar negri

    50 Beasiswa Tiap Tahun oleh Pemerintah Sudan

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2013
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Kerjasama indonesia dengan Sudan, hubungan kerjasama Indonesia dengan Sudan, beasiswa tia tahun S1 & S2 luar negeri. Pemerintah Sudan menyediakan beasiswa kepada Pemerintah Indonesia sebanyak 50 beasiswa per tahunnya, beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa di bidang ilmu ke-Islaman dan bahasa Arab.”Mereka itu (Pemerintah Sudan) menyediakan 50 beasiswa per tahunnya, tapi memang sementara ini lebih banyak […]

  • Sejarah Ekonomi Islam, Dasar Ekonomi Islam, melihat sejarah ekonomi islam, bagaimana sejrah ekonomi islam, perkembangan ekonomi islam, latar belakang ekonomi islam.

    Sejarah Ekonomi Islam, Dasar Ekonomi Islam

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2013
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Sejarah Ekonomi Islam, Dasar Ekonomi Islam, melihat sejarah ekonomi islam, bagaimana sejrah ekonomi islam, perkembangan ekonomi islam, latar belakang ekonomi islam. Salah satu misi Rasulullah diutus ke dunia ini oleh Allah adalah membangun rakyat yang beradab. Langkah awal yang dilakukan Nabi Muhammad menanamkan pemahaman keimanan dan keberadaannya di muka bumi ini. Ajaran nabi menjadikan manusia sebagai […]

  • Jual beli menurut islam, hukum islam dalam mengatur jual beli, pola jual beli dalam pandangan islam, syariat islam dalam jual beli, fiqih jual beli

    Pandangan Islam Terhadap Jual Beli, Sebuah Pendekatan Manhaji

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2013
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Jual beli menurut islam, hukum islam dalam mengatur jual beli, pola jual beli dalam pandangan islam, syariat islam dalam jual beli, fiqih jual beli. Islam melihat konsep jual beli itu sebagai suatu alat untuk menjadikan manusia itu semakin dewasa dalam berpola pikir dan melakukan berbagai aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Pasar sebagai tempat aktivitas jual beli […]

  • investasi ekonomi yogyakarta, perkembangan ekonomi otomotif di yogyakarta, investasi industri otomotif di yogyakarta, perjanjian investasi otomotif yigyakarta

    Investasi Industri Otomotif Siap Masuk Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2013
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Investasi Industri Otomotim Siap Masuk Yogyakarta, perkembangan investasi di yogyakarta semakin meningkat, grafik meningkat dari berbagai sektor lini ekonomi termasuk dalam hal ini adalah sektor otomotif. industri otomotif merupakan salah satu industri yang banyak menyerap tenaga kerja dan juga sektor ekonomi yang menopang sektor industri lain. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paku Alam IX […]

expand_less