Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perajin Perak Yogyakarta Tergerus, Faktor Utama Kebijakan PPN

Perajin Perak Yogyakarta Tergerus, Faktor Utama Kebijakan PPN

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 2 Mei 2013
  • visibility 437

Kebijakan Pajak Pertumbuhan Nilai, kebijakan PPN ternyata membarikan dampak yang signifikan bagi perajin perak yogyakarta. Penurun jumlah perajin perak yang ada di Yogyakarta diperkirakan sekitar 50% dari jumlah sebelum 2008 atau mulainya krisis finansial global. Ketua Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta, Sutoyo membenarkan jumlah perajin perak terus menurun. Meski data pasti memang tidak ada, ia memperkirakan penurunan mencapai sekitar 50%. Dari sebelumnya sekitar 2.000 perajin yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya, kini tinggal sekitar 1.000 perajin. Penurun itu, ungkap dia paling besar memang dipengaruhi lesunya pasar perak. Kelesuan pasar membuat para perajin tidak tertarik melakoni pekerjaan itu karena penghasilannya dianggap tidak menjanjikan. Adapun kebijakan Pemerintah Pusat juga dinilai tidak tanggap dengan permasalahan yang dialami industri perak. “Pemerintah kan masih menerapkan Ppn [Pajak Pertambahan Nilai] 10% untuk bahan baku. Itu membebani di tengah pangsa pasar yang lesu.

Kami berharap pemerintah menghapuskan itu,” ungkap dia, Selasa (16/4/2013). Rendahnya daya tarik kerajinan perak untuk dijadikan penghasilan utama juga diungkapkan salah satu perajin dari Bumen, Kotagede, Wanto. Dia menjelaskan, di kampungnya dahulu mayoritas masyarakat bekerja sebagai perajin perak. Namun saat ini sudah banyak yang beralih pekerjaan. Bahkan disebutnya, generasi muda sekitar usia 20 tahun hampir sudah tidak ada yang mau menjadi perajin perak. “Sekarang hampir sudah enggak ada yang melanjutkan. Soalnya kan penghasilannya tidak menjanjikan. Apalagi sekarang ini banyak yang gulung tikar,” terang dia. Wanto sendiri masih bertahan karena memang tidak memiliki keahlian lain. Pria yang mengaku hampir sepuluh tahun jadi perajin perak ini belum berniat meninggalkan pekerjaannya kecuali jika diberhentikan perusahaan tempat ia bekerja. Penurun jumlah perajin juga diakui pemilik Salim Silver, Prio Salim. Dia mengaku sebelum 2008 lalu masih memiliki sekitar 60 perajin.

Namun saat ini ia tinggal memiliki 24 perajin. Penurun perajin disebabkan beberapa hal di antaranya pengurangan pegawai yang dilakukan sejak krisis Amerika yang merupakan pangsa pasar utama. Selain itu juga sulitnya mencari perajin yang benar-benar berkualitas saat dibutuhkan. “Kalau minat sih masih ada asal pegusaha pintar-pintar membangun citra,” terang dia. Kepala Disperindagkoptan, Heru Pria Warjaka juga mengungkapkan sudah beberapa lama mengamati kemungkinan permasalahan regenerasi perajin perak. Namun hal itu, menurutnya sudah coba diantisipasi Pemkot maupun Pemprov. Upaya yang dilakukan yaitu melalui beberapa pelatihan-pelatihan. “Pengkaderan sudah jalan, yang muda-muda juga banyak dan biasanya kami memilih yang warga asli Jogja,” ungkap dia. Hanya saja, Heru menyatakan pihaknya memang tidak dapat menjamin keefektifan pengkaderan tersebut. Pihaknya tidak dapat memaksa setiap kader yang sudah mengikuti pelatihan untuk melanjutkan usaha di Jogja. Bahkan jika terpaksa SDM tersebut pindah ke luar kota untuk mencari peluang lebih, hal itu tidak terlalu menjadi masalah. “Kami ada bantuan modal yang bisa diakses. Tapi kalau alih pekerjaan atau alih tempat itu di luar jangkauan kami,” tandas dia. Perajin perak yogyakarta tergerus, faktor utama kebijakan PPN.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • buku panduan keuangan syariah, implementasi akutansi syaraaiah, prinsip-prinsip keuangan syariah

    Akutansi Syariah, Sebuah Prinsip Keuangan Islam

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2013
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Ilmu akutansi, management akutansi, manajement keuangan, rancangan keuangan, terangkum dalam bingkai prinsip dasar akutansi islam. Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan “double entry”. Menurut sejarah yang diketahui awam dan terdapat dalam berbagai buku “Teori Akuntansi”, disebutkan muncul di Italia pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli. Beliau menulis buku “Summa […]

  • Ngaji entrepneur bersama menteri BUMN dahlan iskan, menteri BUMN mengisis acara di jogja, kunjungan enteri BUMN 2013, seminar entrepneur bersama menteri BUMN di jogja 2013

    HIPSI DIY; Ngaji Entrepreneur Bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2013
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIY bersama dengan Radar Jogja  mengundang Menteri BUMN untuk acara bertajuk “Ngaji Entrepeneur ” Bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan”. Dalam kesempatan ini acara akan dilaksanakan mulai jam 19.30 WIB tanggal 18 Oktober 2013 maloam Sabtu di Pondok Pesantren Ar-Risalah, Mlangi Nogotirto Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Yogyakarta. Menurut H. Buchori Al […]

  • terkait usaha belut, cara membangun usaga belut, perhitungan detail usaha belut maupun produksi efisien dalam usaha belut

    Cara Budidaya Belut dalam Drum, Peluang Agrobisnis

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2013
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Cara budidaya belut dalam drum,  peluang agrobisnis pelihara belut dalam drum. Selama ini belut dianggap sebagai hewan yang kurang menjanjiakan dalam agrobisnis karena selain pemeliharaan belut yang susah juga membutuhkan lahan produksi yang lebih, namun hal itu ternyata bukanlah halangan dalam membangun usaha belut. Belut merupakan binatang yang cukup unik, belut senang hidup pada lumpur […]

  • Pemerintah Bantul Mendapat Penghargaan Pelopor Pengembangan Usaha Mikro, pertumbuhan ekonomi bantul yogyakarta, pemerintah bantul mendapatkan penghargaan pelopor pengambang usaha mikro dan menengan, UMKM bantul jogja,

    Pemerintah Bantul Mendapat Penghargaan Pelopor Pengembangan Usaha Mikro

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2013
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Pemerintah Bantul Yogyakarta sangat gigih dalam memperjuangkan usaha mikro (UKM) sehingga ia mendapatkan penghargaan pelopor pengembangan usaha mikro dari dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto, Minggu di Bantul mengatakan, piagam penghargaan pelopor pengembangan UMKM tersebut diberikan langsung oleh Direktorat Universitas Sebelas Maret di gedung kampus […]

  • Koperasi Bantul, Dana Masyarakat Capai Rp146 Miliar

    Koperasi Bantul, Dana Masyarakat Capai Rp146 Miliar

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2013
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Koperasi Kabupaten Bantul, dana koperasi kabupaten bantul, program dana masyarakat koperasi bantul. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencatat dana investasi masyarakat yang berada pada semua koperasi di daerah ini sebesar Rp146 miliar selama 2012. “Selama ini koperasi sudah sangat membantu pemerintah, karena pada 2012 saja dana investasi masyarakat hampir sebesar […]

  • bisnis apartemen di kawasan yogyakarta, perkembangan bisnis propertis di yogyakarta, bangunan apartemen di yogyakarta, investasi apartemen di yogyakarta.

    Bisnis Hunian Apartemen Menjadi Trend Masa Depan Yogyakarta

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2013
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Bisnis hunian apartemen menjadi trend masa depan yogyakarta, hunian apartemen akan menjadi trend hunian masa yang akan datang di kawasan yogyakarta. Banyak faktor yang melatar belakangi fenomena ini, semakin sulitnya lahan hunian dikawasan kota yogyakarta karena semakin mahalnya harga tanah tentunya. Selain itu kawasan yogyakarta merupakan kota tujuanm kota yogyakarta merupakan kota pendidikan, kota budaya […]

expand_less