investasi ekonomi yogyakarta, perkembangan ekonomi otomotif di yogyakarta, investasi industri otomotif di yogyakarta, perjanjian investasi otomotif yigyakarta

Investasi Industri Otomotif Siap Masuk Yogyakarta

Investasi Industri Otomotim Siap Masuk Yogyakarta, perkembangan investasi di yogyakarta semakin meningkat, grafik meningkat dari berbagai sektor lini ekonomi termasuk dalam hal ini adalah sektor otomotif. industri otomotif merupakan salah satu industri yang banyak menyerap tenaga kerja dan juga sektor ekonomi yang menopang sektor industri lain. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paku Alam IX mengatakan “Kita siap untuk melayani para investor dan sudah cukup banyak investasi asing yang masuk di Yogyakarta,” kata Paku Alam saat menyampaikan sambutan pada Asia Pacific Economic Cooperation Automotive Dialog (APEC AD) di Yogyakarta, Rabu (24/4/2013). Paku Alam mengatakan kesiapan Yogyakarta dalam menerima para investor didukung dengan adanya karakteristik masyarakat Yogyakarta yang dikenal sebagai pekerja keras, rajin, dan tekun. “Hal tersebut merupakan karakter yang sangat cocok dengan industri otomotif, dimana memerlukan ketelitian dalam melaksanakan pekerjaannya,” kata Paku Alam.

Menurut Paku Alam, berdasarkan laporan Bank Dunia pada tahun 2012, Yogyakarta merupakan kota yang paling mudah untuk investasi, oleh karena itu pihaknya mengundang para investor untuk berinvestasi karena potensi yang dimiliki Yogyakarta. “Kesiapan Yogyakarta tidak perlu diragukan,” ujar Paku Alam. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Yogyakarta, beberapa perusahaan asing yang telah berinvestasi di Yogyakarta antara lain PT. Mustika Princess Hotel (Sheraton Mustika Hotel), PT. Carrefour, PT. Putra Mataram Mitra Sejahtera, PT. Purosani Sri Persada, PT. Exelindo Pratama, PT. Sari Husada, PT. GE Lighting Indonesia, PT. Makro Indonesia, PT. Sport Glove Indonesia Industri, dan PT. Adi Chandra Graha Wisata.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2010 lalu mengalami pertumbuhan sebesar 4,87 persen dan lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2009 sebesar 4,39 persen. Sedangkan peningkatan investasi didukung oleh tingginya kepercayaan pengusaha terhadap prospek ekonomi sehingga kredit investasi di Yogyakarta cenderung terus naik, dimana tahun 2010 mencapai 19,53 persen, sedangkan tahun sebelumnya masih 17,01 persen. Hal tersebut dapat dilihat dari rencana pembangunan beberapa proyek besar, seperti pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo, Kawasan Industri Baja, pembangunan Inland Port di Kabupaten Bantul, Pembangunan Jalan tol Yogyakarta ? Bawen Provinsi DIY-Jateng, Pengembangan kawasan perekonomian Stasiun Tugu dan Malioboro Kota Yogyakarta, dan lain-lain. Struktur ekonomi Provinsi DI Yogyakarta pada tahun 2011 didominasi sektor perdagangan 20,79 persen, jasa 17,04 persen, pertanian 17,19 persen dan industri pengolahan 13,28 persen. semoga kedepan pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta semakin meningkat dalam berbagai sektor.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *