<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; HIPSI &#8211; Himpunan Pengusaha Santri Indonesia</title>
	<atom:link href="https://hipsi.org/category/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hipsi.org</link>
	<description>Himpunan Pengusaha Santri Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Aug 2024 06:34:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://hipsi.org/wp-content/uploads/2021/05/logo-hipsi-kecil.png</url>
	<title>Artikel &#8211; HIPSI &#8211; Himpunan Pengusaha Santri Indonesia</title>
	<link>https://hipsi.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah HIPSI DIY 2024</title>
		<link>https://hipsi.org/susunanpengurus-dewanpimpinan-wilayah-hipsihimma-pengusaha-santri-indonesia-daerah-istimewa-yogyakartaperiode-tahun-2024-2028/1108</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2024 01:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hipsi.org/?p=1108</guid>

					<description><![CDATA[Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri) Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Tahun 2024 – 2028 I. DEWAN PENASIHAT, DEWAN PEMBINA, dan DEWAN PAKAR:• Ketua PWNU DIY• Wawan Hermawan• GKR Mangkubumi• Dr. H. Hilmy Muhammad M.A, Ketua RMI NU DIY• Fahmi Akbar• Kyai Habib• Kombes Tartono, SH., MH.• Kyai Hamdani• Buchori AZ • [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri) Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Tahun 2024 – 2028</h2>



<p>I. DEWAN PENASIHAT, DEWAN PEMBINA, dan DEWAN PAKAR:<br>• Ketua PWNU DIY<br>• Wawan Hermawan<br>• GKR Mangkubumi<br>• Dr. H. Hilmy Muhammad M.A, Ketua RMI NU DIY<br>• Fahmi Akbar<br>• Kyai Habib<br>• Kombes Tartono, SH., MH.<br>• Kyai Hamdani<br>• Buchori AZ <br>• Gus Irfan Chalimi<br><br>II. DEWAN PENGURUS HARIAN:<br>• Ketua: Mambaul Bahri<br>• Wakil Ketua: Ketua-ketua HIPSI Kabupaten dan Kota</p>



<p>• Sekretaris: Muhamad Safi&#8217;l,<br>• Wakil Sekretaris: Muhammad Fathi Kawakibi.M.A, S.Hut</p>



<p>• Bendahara: Gus Wahid<br>• Wakil Bendahara: Badruz Zaman<br>III. Divisi-Divisi:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Divisi Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan dari Pesantren<br>o Pujianto<br>o R Bastian Norma Ernawan, SE, ST, MM<br>o Pak Thoriq<br>o Hurori<br>o Miftahul Coir</li>



<li>Divisi Pembinaan Wirausaha dan Pengembangan Usaha Pemula<br>o Suharyanto, SE<br>o Zenny Ika Risma SE, MM</li>



<li>Divisi Kebudayaan, Pariwisata, Industri Kreatif, Seni, dan Eksibisi<br>o Pak Yudhi Susanto<br>o Pak Fatoni<br>o Muhammad Fathi</li>



<li>Divisi UMKM<br>o Pak Suparsih<br>o Pak Haris<br>o Pak Pitoyo</li>



<li>Divisi Pemberdayaan Perempuan<br>o Siti Aminatus Sholihah, S.Sos.I<br>o Ulfiana Nursidiq, S.Pd<br>o Bazfa Azzah Zhorifah</li>



<li>Divisi Perdagangan, Pertanian, Peternakan, dan Ekspor Impor<br>o Gus Wakhid<br>o Pak Zuli<br>o Andi Setiawan</li>



<li>Divisi Riset dan Litbang<br>o Pak Wahyu<br>o Abdul Kholiq</li>



<li>Divisi Humas, Publikasi Media, Informasi dan Teknologi<br>o Thohir<br>o Zen Risna<br>o Bu Yuni Lestari, SE</li>



<li>Divisi Hukum dan Advokasi<br>o Pak Gandhi<br>o Pak Nuruz Zaman<br>o Hurori</li>
</ol>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><a href="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2024/06/Rapat-hipsi-19-mei-2024.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="816" height="612" data-id="1109" src="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2024/06/Rapat-hipsi-19-mei-2024.jpg" alt="" class="wp-image-1109" srcset="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2024/06/Rapat-hipsi-19-mei-2024.jpg 816w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2024/06/Rapat-hipsi-19-mei-2024-300x225.jpg 300w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2024/06/Rapat-hipsi-19-mei-2024-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></a></figure>
</figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>14 Langkah Penting Dalam Menjalankan Bisnis</title>
		<link>https://hipsi.org/14-langkah-penting-dalam-menjalankan-bisnis/1083</link>
					<comments>https://hipsi.org/14-langkah-penting-dalam-menjalankan-bisnis/1083#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 09:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hipsi.org/?p=1083</guid>

					<description><![CDATA[14 Langkah Penting Dalam Menjalankan Bisnis. Menjalankan bisnis yang sukses melibatkan berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah 14 langkah penting yang dapat membantu Anda menjalankan bisnis dengan baik: 1. Rencanakan Dengan Matang Mulailah dengan menyusun rencana bisnis yang jelas dan terperinci. Identifikasi visi, misi, dan tujuan bisnis Anda. Tentukan target pasar, analisis pesaing, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>14 Langkah Penting Dalam Menjalankan Bisnis. Menjalankan bisnis yang sukses melibatkan berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><a href="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia.jpg"><img decoding="async" width="1025" height="576" src="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia.jpg" alt="" class="wp-image-1084" srcset="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia.jpg 1025w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia-300x169.jpg 300w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia-768x432.jpg 768w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia-640x360.jpg 640w, https://hipsi.org/wp-content/uploads/2023/06/14-Hal-Penting-Dalam-Bisnis-By-HIPSI-untuk-Indonesia-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 1025px) 100vw, 1025px" /></a></figure>



<p>Berikut adalah 14 langkah penting yang dapat membantu Anda menjalankan bisnis dengan baik:</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Rencanakan Dengan Matang</h2>



<p>Mulailah dengan menyusun rencana bisnis yang jelas dan terperinci. </p>



<p>Identifikasi visi, misi, dan tujuan bisnis Anda. Tentukan target pasar, analisis pesaing, dan strategi pemasaran yang efektif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Riset pasar</h2>



<p>Lakukan riset menyeluruh tentang pasar yang ingin Anda masuki. </p>



<p>Pahami kebutuhan dan preferensi pelanggan potensial. Analisis tren industri, pangsa pasar, dan peluang pertumbuhan. </p>



<p>Ini akan membantu Anda mengembangkan produk atau layanan yang relevan dan memenuhi kebutuhan pasar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Bangun tim yang kompeten </h2>



<p>Pilih dengan cermat orang-orang yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai untuk membantu Anda menjalankan bisnis. </p>



<p>Pastikan tim Anda memiliki komitmen yang tinggi, kolaboratif, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Pengelolaan keuangan yang baik </h2>



<p>Penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan bisnis. </p>



<p>Buatlah anggaran yang realistis, kelola arus kas dengan hati-hati, dan pantau kinerja keuangan secara teratur. Juga, pertimbangkan untuk mengonsultasikan seorang akuntan profesional jika diperlukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Pemasaran yang efektif</h2>



<p>Buat strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar Anda. </p>



<p>Gunakan berbagai saluran pemasaran, termasuk pemasaran online dan offline, media sosial, dan iklan. </p>



<p>Jalin hubungan baik dengan pelanggan melalui promosi, program loyalitas, dan layanan pelanggan yang berkualitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. Inovasi dan adaptasi </h2>



<p>Tetap beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi yang terus berkembang. </p>



<p>Berinovasilah dengan menghadirkan produk atau layanan baru yang menarik bagi pelanggan. </p>



<p>Selalu evaluasi dan tingkatkan bisnis Anda agar tetap kompetitif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">6. Kualitas produk dan layanan </h2>



<p>Fokuslah pada kualitas produk atau layanan yang Anda tawarkan. </p>



<p>Pastikan mereka memenuhi atau bahkan melebihi harapan pelanggan. </p>



<p>Dengan memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan, Anda dapat membangun loyalitas dan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">7. Evaluasi dan perbaikan </h2>



<p>Lakukan evaluasi berkala terhadap kinerja bisnis Anda. </p>



<p>Identifikasi area yang perlu ditingkatkan dan ambil tindakan yang diperlukan. Belajar dari kegagalan dan sukses, dan terus mengembangkan bisnis Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">8. Jaga hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis </h2>



<p>Berikan perhatian khusus pada hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis Anda. </p>



<p>Perhatikan umpan balik mereka, tanggapi keluhan, dan terus berkomunikasi secara aktif. </p>



<p>Pelanggan yang puas dan mitra bisnis yang baik dapat menjadi aset berharga dalam jangka panjang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">9. Tetap termotivasi dan konsisten</h2>



<p>Menjalankan bisnis tidak selalu mudah, dan akan ada tantangan di sepanjang jalan. </p>



<p>Tetaplah termotivasi dan tetap fokus pada tujuan Anda. Jaga semangat dan ketekunan dalam menghadapi rintangan. </p>



<p>Tetap konsisten dengan strategi dan rencana Anda, namun tetap terbuka untuk perubahan yang diperlukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">10. Gunakan teknologi secara efektif </h2>



<p>Manfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu menjalankan bisnis Anda dengan lebih efisien. </p>



<p>Gunakan perangkat lunak dan aplikasi yang relevan untuk memantau inventaris, mengelola keuangan, dan meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dan mitra bisnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">11. Pelajari dari orang lain</h2>



<p>Jangan takut untuk belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain. </p>



<p>Carilah mentor atau bergabung dengan komunitas bisnis yang dapat memberikan wawasan berharga. </p>



<p>Ambil inspirasi dari kesuksesan dan kegagalan orang lain, dan teruslah mengasah keterampilan dan pengetahuan Anda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">12. Jaga keseimbangan antara hidup dan kerja </h2>



<p>Bisnis yang sukses membutuhkan dedikasi dan kerja keras, tetapi jangan mengorbankan keseimbangan hidup Anda. </p>



<p>Prioritaskan kesehatan fisik dan mental Anda, serta waktu untuk keluarga dan hobi. </p>



<p>Mengelola stres dengan baik akan membantu Anda tetap berenergi dan fokus dalam menjalankan bisnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">13. Berkomitmen pada pelayanan pelanggan</h2>



<p>Pelanggan adalah aset berharga bagi bisnis Anda. </p>



<p>Berikan pelayanan pelanggan yang luar biasa dengan merespons dengan cepat, mendengarkan dengan baik, dan memenuhi kebutuhan mereka. </p>



<p>Pahami bahwa kepuasan pelanggan adalah kunci untuk mempertahankan dan menumbuhkan basis pelanggan yang loyal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">14. Tetap memperbarui pengetahuan dan keterampilan</h2>



<p>Dunia bisnis terus berkembang, dan penting bagi Anda untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan Anda. </p>



<p>Ikuti pelatihan, baca buku, hadiri seminar, dan tetap terhubung dengan tren terbaru dalam industri Anda. </p>



<p>Dengan terus belajar, Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.</p>



<p>Setiap bisnis memiliki tantangan dan lingkungan yang unik, oleh karena itu, fleksibilitas dan adaptasi adalah kunci. </p>



<p>Teruslah belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan untuk menjalankan bisnis dengan sukses.</p>



<p class="has-text-align-center">&#8220;<strong>Sukses Untuk Kita Semua</strong>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/14-langkah-penting-dalam-menjalankan-bisnis/1083/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HIPSI ke UNSW Australia</title>
		<link>https://hipsi.org/hipsi-ke-unsw-australia/335</link>
					<comments>https://hipsi.org/hipsi-ke-unsw-australia/335#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2017 07:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hipsi.org/?p=335</guid>

					<description><![CDATA[&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2017/07/wpid-wp-image-1858835851.jpg"><img decoding="async" src="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2017/07/wpid-wp-image-1858835851.jpg" alt="" class="wp-image-339 alignnone size-full" width="400" height="240"></a></p>
<p><a href="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2017/07/wpid-wp-image-1774739903..jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://hipsi.org/wp-content/uploads/2017/07/wpid-wp-image-1774739903..jpg" alt="" class="wp-image-338 alignnone size-full" width="300" height="168"></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/hipsi-ke-unsw-australia/335/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta Bisnis, Berbisnis Membuat Tubuh Menjadi Sehat</title>
		<link>https://hipsi.org/fakta-bisnis-berbisnis-membuat-tubuh-menjadi-sehat/241</link>
					<comments>https://hipsi.org/fakta-bisnis-berbisnis-membuat-tubuh-menjadi-sehat/241#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2013 03:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel bisnis terkini]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ekonomi yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[berita entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[fakta bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi entrepreneurship menjadikan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[wacana berita ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hipsi.org/?p=241</guid>

					<description><![CDATA[Fakta bisnis, berbisnis membuat tubuh menjasi sehat. Opini ini nampak miring dari wacana selama ini, bagaiaman tidak orang berbisnis banyak mendapat berita tentang setres bahkan hingga struk. Dari banyak berita yang kita dengar tentunya akan banyak yang menyatakan bahwa aktivitas bisnis rentan dua hal yakni untung dan rugi dan bilamana kerugian datang maka yang sering [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://hipsi.org/usaha-dari-rumah-contoh-bisnis-rumahan-modal-kecil-minim-resiko/" target="_blank"><strong>Fakta bisnis, berbisnis membuat tubuh menjasi sehat</strong></a>. Opini ini nampak miring dari wacana selama ini, bagaiaman tidak orang berbisnis banyak mendapat berita tentang setres bahkan hingga struk. Dari banyak berita yang kita dengar tentunya akan banyak yang menyatakan bahwa aktivitas bisnis rentan dua hal yakni untung dan rugi dan bilamana kerugian datang maka yang sering kita dengan adalah depresi dari pemilik usaha. Tapi fakta ini bukan tanpa alasan, hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bank of America. Tercatat bahwa kesehatan lebih dari separuh pemilik usaha kecil meningkat karena berbisnis. Hal ini terjadi terutama pada pengusaha muda. Sekitar 72% pengusaha kelahiran 1980-an dan 1990-an mengatakan, kesehatan pribadi mereka lebih baik sejak menjalankan perusahaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-241"></span>Pemilik usaha kecil mengungkapkan sejumlah faktor yang meningkatkan kesehatan mereka, yaitu 35% rajin berolahraga, sementara 29% makan makanan sehat. Selain itu, sekitar setengah dari responden yang disurvei memiliki waktu tidur antara tujuh sampai depalan jam setiap malam. Penelitian menunjukkan, banyak pemilik usaha kecil yang mencoba untuk mengimbau penerapan pola hidup sehat kepada karyawannya. Hampir setengah dari responden yang diteliti menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel kepada para karyawan yaitu dengan memberi kesempatan bekerja dari rumah. Sedangkan lebih dari 30% responden menawarkan fasilitas tambahan di tempat kerja, seperti makanan ringan yang sehat dan pijat untuk karyawan. Langkah lain para pengusaha adalah  berkontribusi pada kesehatan dan kebahagiaan karyawan mereka termasuk memberikan layanan diskon  pembelian barang, mengadakan kegiatan team-building, dan bakti sosial.</p>
<p>Meskipun kesehatan pribadi membaik, para pemilik usaha kecil tetap tidak terlepas dari stres. Toh sebagian besar dari pemilik usaha kecil optimis pada masa depan. Lebih dari setengah responden mengatakan, mereka memperkirakan pendapatan meningkat pada tahun ini. Sekitar 31% berencana mempekerjakan lebih banyak karyawan. Selain itu, lebih dari dua pertiga responden percaya bahwa mereka memiliki cukup akses sebagai modal untuk mengembangkan bisnis mereka. Hasil penelitian ini merupakan hasil survei kepada 1.300 pemilik usaha kecil di seluruh Amerika Serikat. Sekiranya ini menjadi bacaan positif yang sedang melakukan bisnis untuk terus berfikir positif dan berusaha keras dalam usahannya. Karena dengan berfikir positif para pengusaha mampu beraktivitas dengan nyaman, mampu melihat peluang dengan maksimal tanpa ketakutan-ketakutan yang justru sering menjerumuskan dalam stagnasi ekonominya.  Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin melakukan bisnis sendiri, <a href="https://hipsi.org/10-cara-membangun-usaha-kecil-untuk-meraih-sukses/" target="_blank">membuka peluan usaha sendiri</a> untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan usaha yang sukses. Amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/fakta-bisnis-berbisnis-membuat-tubuh-menjadi-sehat/241/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Cara Membangun Usaha Kecil Untuk Meraih Sukses</title>
		<link>https://hipsi.org/10-cara-membangun-usaha-kecil-untuk-meraih-sukses/234</link>
					<comments>https://hipsi.org/10-cara-membangun-usaha-kecil-untuk-meraih-sukses/234#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2013 03:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[10 Cara Membangun Usaha Kecil Untuk Meraih Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Cara membangun usaha]]></category>
		<category><![CDATA[kiat membangun bisnis kecil]]></category>
		<category><![CDATA[membangun usaha jangka panjang]]></category>
		<category><![CDATA[rumus membangun bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola membangun sebuah bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[tips membangun bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hipsi.org/?p=234</guid>

					<description><![CDATA[Cara membangun usaha, tips membangun bisnis, kiat membangun bisnis hanya akan menjadi tidak penting bila hanya anda baca dan anda hayalankan. Membangun bisnis bukanlah hal yang mengerikan atau hal yang sangat sulit, namun begitu ia juga membutuhkan titik fokus dari anda sebagai calon pengusaha. Semua pengusaha di dunia tidak ada yang kaya mendadak atau bim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://hipsi.org/event-pelatihan-manajemen-travel-umrah-dan-minimarket-yogyakarta/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Cara membangun usaha</strong></a>, tips membangun bisnis, kiat membangun bisnis hanya akan menjadi tidak penting bila hanya anda baca dan anda hayalankan. Membangun bisnis bukanlah hal yang mengerikan atau hal yang sangat sulit, namun begitu ia juga membutuhkan titik fokus dari anda sebagai calon pengusaha. Semua pengusaha di dunia tidak ada yang kaya mendadak atau bim salabim kaya di sinetron namun mereka melakukan kerja keras, disiplin dan keuletan dalam membangun usahanya. Kali ini kami akan membahas tentang tips/cara membangun usaha kecil untuk meraih sukses:</p>
<p><strong>Lebih realistis</strong>. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.<br />
<strong><span id="more-234"></span>Jangan menginvestasikan uang sendiri</strong>.</p>
<p>Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.</p>
<h5>Baca: <a href="https://aflahaqiqah.com/">Aqiqah Jogja Termurah</a></h5>
<p><strong>Kerja keras</strong>.</p>
<p>Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.</p>
<p><strong>Hargai waktu</strong>.</p>
<p>Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.</p>
<p><strong>Rekrut karyawan dengan baik</strong>.</p>
<p>Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.</p>
<p><strong>Jual kelebihannya, bukan harganya</strong>.</p>
<p>Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.</p>
<p><strong>Ketahui angka dasar</strong>.</p>
<p>Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.</p>
<p><strong>Gunakan teknologi terbaru</strong>.</p>
<p>Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.<br />
<strong>Perlakukan vendor dengan baik</strong>. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.</p>
<p>Berfikirlah positif dan terus positis untuk membangun usaha anda, semoga artikel ini akan membanu anda dalam membangun usaha anda. Sekali lagi bacaan Cara membangun usaha, tips membangun bisnis, <a href="https://hipsi.org/pemerintah-bantul-mendapat-penghargaan-pelopor-pengembangan-usaha-mikro/" target="_blank" rel="noopener">kiat membangun bisnis</a> hanya akan menjadi seonggok bacaan bila anda tidak melukukan tindakan so&#8230;ayo lakukan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/10-cara-membangun-usaha-kecil-untuk-meraih-sukses/234/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Dalam Melakukan Kontrak Dalam Bisnis</title>
		<link>https://hipsi.org/langkah-langkah-dalam-melakukan-kontrak-dalam-bisnis/156</link>
					<comments>https://hipsi.org/langkah-langkah-dalam-melakukan-kontrak-dalam-bisnis/156#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 03:59:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah-langkah Dalam Melakukan Kontrak Dalam Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[melakukan kontrak dalam bisnis.]]></category>
		<category><![CDATA[peran hukum bisnis dalam kemajuan dagang]]></category>
		<category><![CDATA[peranan hukum niaga dalam bisnis.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hipsi.org/?p=156</guid>

					<description><![CDATA[Langkah-langkah Dalam Melakukan Kontrak Dalam Bisnis, peran hukum bisnis dalam kemajuan dagang, peranan hukum niaga dalam bisnis, melakukan kontrak dalam bisnis. A. Pengertian Kontrak Bisnis Kontrak merupakan perjanjian yang bentuknya tertulis. Dalam suatu Kontrak bisnis, ikatan kesepakatan di tuangkan dalam dalam suatu perjanjian yang bentuknya tertulis. Hal ini untuk kepentingan kelak, jika dikemudian hari terjadi sengketa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://hipsi.org/tips-dan-langkah-membuka-usaha-toko-bangunan/" target="_blank"><strong>Langkah-langkah Dalam Melakukan Kontrak Dalam Bisnis</strong></a>, peran hukum bisnis dalam kemajuan dagang, peranan hukum niaga dalam bisnis, melakukan kontrak dalam bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">A. Pengertian Kontrak Bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Kontrak merupakan perjanjian yang bentuknya tertulis. Dalam suatu Kontrak bisnis, ikatan kesepakatan di tuangkan dalam dalam suatu perjanjian yang bentuknya tertulis. Hal ini untuk kepentingan kelak, jika dikemudian hari terjadi sengketa berkenaan dengan kontrak itu sendiri, maka para pihak dapat mengajukan kontrak tersebut sebagai salah satu alat bukti.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontrak di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) Buku III tentang Perikatan. Perikatan dapat lahir dari perjanjian dan undang-undang. Perjanjian itu sendiri meliputi perjanjian yang bentuknya tertulis (kontrak) dan perjanjian lisan. Dari Uraian singkat tersebut terlihat bahwa kontrak dengan perikatan memiliki kaitan, yaitu bahwa kontrak merupakan salah satu sumber dari perikatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-156"></span>B. Asas-asas dalam Kontrak Bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Asas dimaknai sebagai hal-hal mendasar yang menjadi latar belakang lahirnya suatu norma atau aturan atau kaidah. Sebelum membuat suatu aturan biasanya ditentukan dahulu asasnya yang biasanya lebih bersifah filosofis. Asas-asas dalam kontrak bisnis di antaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Asas Kebebasan Berkontrak:</p>
<p style="text-align: justify;">Asas ini dimaknai dengan adanya keleluasaan atau kebebasan bagi para pihak yang mengikatkan diri dalam suatu Kontrak untuk menentukan isi kontrak, bentuk kontrak, dan apa pun yang diatur dalam kontrak. Asas ini tersirat dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata bahwa pada pokoknya perjanjian yang dibuat secara syah berlaku sebagai undang-undang bagi yang membuatnya. Namun demikian, kebebasan yang di peroleh para pihak masih ada batasannya, yaitu Undang-undang, Ketertiban umum, dan kesusilaan.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Asas Kekuatan Mengikat:</p>
<p style="text-align: justify;">Asas ini dimaknai dengan adanya ikatan dari para pihak ketika membuat kontrak. Para pihak yang menandatangani kontrak terikat dengan apa yang telah ditandatanganinya dalam kontrak tersebut. Asas yang tersirat dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata bahwa pada pokoknya perjanjian yang dibuat secara syah berlaku sebagai undang-undang bagi yang membuatnya. Kata-kata”berlaku sebagai undang-undang” memiliki makna kekuatannya sama dengan undang-undang, artinya memiliki daya paksa untuk mematuhi apa yang tertuang dalam kontrak tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Asas Itikad Baik:</p>
<p style="text-align: justify;">Asas ini memiliki makna yaitu kontrak yang di buat para pihak harus didasari dengan adanya itikad baik di antara para pihak baik sebelum dibuatnya kontrak, pada saat dibuatnya kontrak maupun setelah berlakunya kontrak. Asas ini tersirat dalam Pasal 1338 ayat (2) KUHPerdata.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Asas Kesepakatan:</p>
<p style="text-align: justify;">Asas ini memiliki makna yaitu kesepakatan merupakan pangkal tolak dari mulai berlakunya suatu kontrak atau mulai mengikatnya suatu kontrak bagi para pihak. Asas ini tersirat dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata jo. Pasal 1320 ayat (1) KUHPerdata.</p>
<p style="text-align: justify;">Harus digaris bawahi asas bukanlah norma, jadi ketika terjadi pelanggaraa terhadap asas maka tidak dapat dikatagorikan telah terjadi pelanggaraan hukum dengan adanya sanksi hukum, melainkan telah terjadi pelanggaran asas dengan sanksi yang bersifat moral. Namun apabila asas ini sudah tertuang dalam suatu norma atau aturan maka tentu saja pelanggaraannya bukan merupakan pelanggaraan asas tetapi sudah termasuk pelanggaraan hukum atau peraturan norma sehingga patut mendapat sanksi hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">C. Syarat-syarat sahnya Kontrak Bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu Kontrak harus memenuhi empat syarat supaya kontrak sah secara hukum. Keempat syarat syahnya Kontrak Bisnis di atur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Oleh karena empat syarat tersebut merupakan ketentuan yang memaksa dalam arti harus dipenuhi, jika tidak maka terdapat sanksi hukum yaitu kontrak tersebut tidak sah scara hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">D. Subjek dan Objek Kontrak Bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Kontrak dilakukan oleh dua orang atau lebih. Para pihak yang terlibat dalam kontrak dinamakan subjek kontrak. Subjek kontrak bisnis sering dinamakan debitor dan kreditor. Kreditor merupakan pihak yang berhak menuntut sedangkan debitor merupakan pihak yang berkewajiban memenuhi tuntutan. Kewajiban debitor untuk memenuhi tuntutan kreditor merupakan objek. Perjanjian yang sering juga dinamakan denga istilah prestasi. Menurut Pasal 1234 KUHPerdata, prestasi ini dapat berupa memberi sesuatu, berbuat sesuatu dan tidak berbuat sesuatu. Sesuatu disini tergantung dari maksud dan tujuan para pihak mengadakan hubungan hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Prestasi dari suatu kontrak harus memenuhi tiga syarat yakni:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Harus di perkenankan, artinya tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, ketertiban umum dan kesusilaan.<br />
2. Harus mungkin dilaksanakan, artinya mungkin dilaksanakan menurut kemampuan manusia.<br />
3. Harus tertentu atau dapat ditentukan, artinya objek kontraknya harus terang dan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">E. Wansprestasi dan Konsep Ganti Kerugian.</p>
<p style="text-align: justify;">Prestasi harus dilaksanakan oleh debitor. Apabila debitor tidak dapat melaksanakan prestasi maka debitor tersebut dikatagorikan telah wansprestasi atau tidak dipenuhinya prestasi.<br />
Suatu debitor dikatakan wansprestasi apabila:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Debitor terlambat memenuhi prestasi<br />
2. Debitor keliru memenuhi prestasi<br />
3. Debitor tidak tunai memenuhi prestasi<br />
4. Debitor sama sekali tidak memenuhi prestasi</p>
<p style="text-align: justify;">Terhadap debitor yang wansprestasi, kreditor dapat mengajukan tuntutan terhadapnya. Bentuk dari tuntutan dapat berupa:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pemenuhan prestasi<br />
2. Pemenuhan prestasi disertai ganti rugi<br />
3. Ganti kerugian<br />
4. Pembatalan Kontrak<br />
5. Pembatalan kontrak disertai ganti rugi</p>
<p style="text-align: justify;">Ganti rugi konsepnya dapat berupa biaya, rugi dan bunga. Biaya diartikan dengan segala pengeluaraan yang telah nyata-nyta dikeluarkan. Rugi diartikan segala kerugian yang disebabkan karena musnahnya atau rusaknya barang-barang milik kreditor akibat kelalaian debitor. Sedangkan bunga di artikan dengan hilangnya segala keuntungan yang diharapkan atau sudah diperhitungkan.Kerugian sendiri ada bentuknya yang materiil dan ada yang inmateriil.</p>
<p style="text-align: justify;">G. Sebab – Sebab Berakhirnya Kontrak Bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat 10 sebab berakhirnya kontrak bisnis, yakni :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pembayaran : dimaknai oleh dengan pemenuhan prestasi secara sukarela oleh debitor<br />
2. Penawaran pembayaran tunai dengan diikuti penitipan : dimaknai dengan adanya keinginan memenuhi prestasi oleh debitor yang tidak ditanggapi oleh pihak kreditor.<br />
3. Pembaharuan utang atau novasi ; dimakna dengan hapusnya kontrak lama seiring dengan disepakatinya kontrak baru. Menurut pasal 1430 KUHP perdata, novasi dibedakan menjadi 3, yakni : novasi objektif, novasi subyektif pasif, novasi subyektif.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Perjumpaan utang atau Kompensasi dimaknai dengan suatu keadaan dimana dua orang atau lebih saling memiliki utang piutang secara timbal balik.<br />
5. Persatuan utang ; maksudnya adalah perbuatan hukum dimana kreditor dan debitor bersatu.<br />
6. Pembebasan utang dimaknai dengan perbuatan hukum dimana kreditor melepaskan haknya untuk menagih kepada debitor.<br />
7. Pembatalan kontrak dimaknai dengan adanya tindakan wanprestasi dari debitor, terdapat 3 syarat untuk terjadinya pembatalan kontrak, yakni : a. Kontrak harus bersifat timbal balik; b. Harus ada tindakan wanprestasi; c. Harus dengan keputusan Hakim.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Berlakunya syarat batal dan ini terjadi pada kontrak bersyarat dengan syarat membatalkan (conditional agreement).<br />
9. Musnahnya objek kontrak, maksudnya objek yang menjadi inti dari kontrak ternyata tidak ada.<br />
10. Kadaluarsa atau lewat waktu, adalah suatu upaya untuk memperoleh sesuatu atau untuk dibebaskan dari suatu tuntutan dengan lewatnya waktu tertentu dan atas syarat syarat yang ditentukan oleh undang – undang. Jangka waktu tersebut biasanya 30 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat waktu ada 2 jenis, yaitu : lewat waktu untuk memperoleh hak dan lewat waktu untuk dibebaskan suatu tuntutan. Langkah-langkah Dalam Melakukan Kontrak Dalam Bisnis, peran hukum bisnis dalam kemajuan dagang, peranan hukum niaga dalam bisnis, <strong><a href="https://hipsi.org/strategi-bisnis-komunikasi-lintas-budaya-pendekatan-bisnis-dan-budaya/" target="_blank">melakukan kontrak dalam bisnis. </a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/langkah-langkah-dalam-melakukan-kontrak-dalam-bisnis/156/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Bisnis Komunikasi Lintas Budaya, Pendekatan Bisnis dan Budaya</title>
		<link>https://hipsi.org/strategi-bisnis-komunikasi-lintas-budaya-pendekatan-bisnis-dan-budaya/153</link>
					<comments>https://hipsi.org/strategi-bisnis-komunikasi-lintas-budaya-pendekatan-bisnis-dan-budaya/153#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 03:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan budaya dengan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan komunikasi dengan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memahami bisnis dengan budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekatan Bisnis dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Bisnis Komunikasi Lintas Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[strategi komunikasi bisnis lintas budaya.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hipsi.org/?p=153</guid>

					<description><![CDATA[Strategi Bisnis Komunikasi Lintas Budaya, Pendekatan Bisnis dan Budaya, hubungan komunikasi dengan bisnis, hubungan budaya dengan bisnis, memahami bisnis dengan budaya, strategi komunikasi bisnis lintas budaya. KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA Dalam dunia bisnis kita juga memperlukan komunikasi apalagi jika kita berbisnis dengan orang yang mempunyai kebudayaan berbeda dengan kita lah berikut ini makna dari komunikasi bisnis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://hipsi.org/tips-dan-langkah-membuka-usaha-toko-bangunan/" target="_blank"><strong>Strategi Bisnis Komunikasi Lintas Budaya,</strong></a> Pendekatan Bisnis dan Budaya, hubungan komunikasi dengan bisnis, hubungan budaya dengan bisnis, memahami bisnis dengan budaya, strategi komunikasi bisnis lintas budaya.</p>
<p style="text-align: justify;">KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA</p>
<p style="text-align: justify;">
Dalam dunia bisnis kita juga memperlukan komunikasi apalagi jika kita berbisnis dengan orang yang mempunyai kebudayaan berbeda dengan kita lah berikut ini makna dari komunikasi bisnis lintas budaya<br />
A. Pengertian Komunikasi Bisnis Lintas Budaya<br />
Komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah atau negara.<br />
Apabila para pelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau ke negara lain, pemahaman budaya di suatu daerah atau negara tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman di suatu negara. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan kegagalan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-153"></span><!--more--><!--more--><br />
B. Pentingnya Komunikasi Bisnis Lintas Budaya<br />
Dengan melihat perkembangan atau tren yang ada saat ini, komunikasi bisnis lintas budaya sangat penting artinya bagi terjalinnya harmonisasi bisnis di antara mereka. Bagaimanapun diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi lintas budaya, baik melalui tulisan maupun lisan. Semakin banyaknya pola kerja sama maupun kesepakatan ekonomi di berbagai kawasan dunia saat ini akan menjadikan komunikasi bisnis lintas budaya semakin penting.<br />
Pendek kata, dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka pada saat itulah kebutuhan akan komunikasi bisnis lintas budaya menjadi semakin penting artinya.</p>
<p style="text-align: justify;">C. Memahami Budaya dan Perbedaannya</p>
<p style="text-align: justify;">1. Definisi Budaya<br />
a. Menurut Lehman, Himstreet dan Batty, budaya sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri.<br />
b. Menurut Hofstede, budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya.<br />
c. Menurut Bovee dan Thill, Budaya adalah sistem sharing atas symbol-simbol, kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan, dan norma-norma untuk berperilaku.<br />
d. Menurut Murphy dan Hildebrandt, budaya diartikan sebagai tipikal karakteristik perilaku dalam suatu kelompok.<br />
e. Menurut Mitchel, budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar, pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu-individu masyarakat yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Komponen Budaya<br />
Menurut Lehman, Himstreet dan Baty, setiap elemen terbangun oleh beberapa komponen utamanya, yaitu nilai-nilai, norma-norma, symbol-simbol, bahasa, dan pengetahuan.<br />
Menurut Mitchell, komponen budaya mencakup antara lain; bahasa, kepercayaan/keyakinan, sopan santun, adat istiadat, seni, pendidikan, humor, dan organisasi sosial.<br />
Menurut Cateora, budaya memiliki beberapa elemen, yaitu:<br />
• Budaya Material (material culture), dibedakan dalam dua bagian yaitu teknologi dan ekonomi. Teknologi mencakup teknik atau cara yang digunakan untuk mengubah atau membentuk material menjadi suatu produk yang dapat berguna bagi masyarakat pada umumnya. Sedangkan ekonomi dimaksudkan suatu cara orang menggunakan segala kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.<br />
• Organisasi sosial (social institution), dan pendidikan adalah suatu lembaga yang berkaitan dengan cara bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, mengorganisasikan kegiatan mereka untuk dapat hidup secara harmonis dengan yang lain, dan mengajar perilaku yang dapat diterima oleh generasi berikutnya.<br />
• Sistem kepercayaan atau keyakian (belief sistem) yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut.<br />
• Estetika (aesthetics), nilai nilai estetika yang ditunjukkan masyarakat dalam berbagai peran tentunya perlu dipahami secara benar, agar pesan yang disampaikan mencapai sasaran secara efektif.<br />
• Bahasa (language), adalah suatu cara yang digunakn seseorang dalam mengungkapkan sesuatu melalui symbol-simbol tertentu kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Tingkatan Budaya<br />
Menurut Murphy dan Hildebrandt, dalam dunia praktis terdapat tiga tingkatan budaya, yaitu:<br />
a. Formal<br />
Budaya pada tingkatan formal merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh suatu masyarakat yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan hal itu bersifat formal atau resmi. Dalam dunia pendidikan, tata bahasa Indonesia adalah termasuk budaya tingkat formal yang mempunyai suatu aturan yang bersifat formal dan terstruktur dari dulu hingga sekarang.<br />
b. Informal<br />
Pada tingkatan ini, budaya lebih banyak diteruskan oleh suatu masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya melalui apa yang didengar, dilihat, dipakai (digunakan) dan dilakukan, tanpa diketahui alasannya mengapa hal itu dilakukan.<br />
c. Teknis<br />
Pada tingkatan ini, bukti-bukti dan aturan-aturan merupakan hal yang terpenting. Terdapat suatu penjelasan yang logis mengapa sesuatu harus dilakukan dan yang lain tidak boleh dilakukan. Pada tingkatan formal pembelajaran dalam budaya mencakup pembelajaran pola perilakunya, sedangkan pada tingkatan teknis, aturan-aturan disampaikan secara logis dan tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Mengenal perbedaan Budaya<br />
Perbedaan budaya dapat dilihat dari:<br />
a. Nilai-Nilai sosial<br />
b. Peran dan Status<br />
c. Pengambilan Keputusan<br />
d. Konsep Waktu<br />
e. Konsep Jarak Komunikasi<br />
f. Konteks Budaya<br />
g. Bahasa Tubuh<br />
h. Perilaku Sosial<br />
i. Perilaku Etis<br />
j. Perbedaan budaya perusahaan</p>
<p style="text-align: justify;">D. Komunikasi dengan Orang yang Berbudaya Asing<br />
1. Belajar Tentang Budaya<br />
Ketika tinggal di negara lain alangkah baiknya seseorang sedikit banyak mengenal budaya maupun adat istiadat yang berlaku dinegara tersebut. Mengenal beberapa kata bahasa asing untuk seatu pergaulan di lingkuang bisnis merupakan langkah baik yang senantiasa perlu dikembangkan. Jadi belajar tentang budaya negara lain juga bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk berkomunikasi dengan orang yang berbudaya asing.</p>
<p style="text-align: justify;">
2. Mengembangkan Ketrampilan Komunikasi Lintas Budaya<br />
Mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh seorang tentang budaya tertentu sebenarnya merupakan cara yang baik untuk menemukan bagaiman mengirim dan menerima pesan-pesan lintas budaya secara efektif.<br />
Mempelajari ketrampilan komunikasi lintas budaya pada umumnya akan membantu seseorang beradaptasidalam setiap budaya, khususnya jika seseorang berhubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Negosiasi Lintas Budaya<br />
Membedakan budaya dalam dua kelompok yaitu budaya permukaan (surface culture) seperti makanan, liburan, gaya hidup, dan buday tinggi (deep culture), yang terdiri atas sikap nilai-nilai yang menjadi dasar budaya tersebut.<br />
Orang yang berasal dari budaya yang berbeda seringkali mempunyai pendekatan negosiasi yang berbeda. Tingkat toleransi untuk suatu ketidaksetujuan pun bervariasi. Seseorang harus dapat menumbuhkan hubungan personal sebagai dasar membangun kepercayaan dalam proses negosiasi.<br />
Negosiator dari budaya yang berbeda mungkin menggunakan teknik pemecahan masalah dan metode pengambilan keputusan yang berbeda. Jika mempelajari budaya partner sebelum bernegosiasi, akan lebih mudah untuk dapat memahami pandangan mereka. Menunjukkan sikap yang luwes, hormat, sabar dan sikap bersahabat akan membawa pengaruh yang baik bagi proses negosiasi yang sedang berjalan, yang pada akhirnya dapat ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Strategi Bisnis Komunikasi Lintas Budaya, Pendekatan Bisnis dan Budaya, hubungan komunikasi dengan bisnis, hubungan budaya dengan bisnis, memahami bisnis dengan budaya, <a href="https://hipsi.org/dasar-berbisnis-etika-dalam-menjalankan-bisnis/" target="_blank"><strong>strategi komunikasi bisnis lintas budaya. </strong></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hipsi.org/strategi-bisnis-komunikasi-lintas-budaya-pendekatan-bisnis-dan-budaya/153/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
